Rabu, 20 Agustus 2014

KRONOLOGIS AKSI HMI MPO CABANG PEKANBARU 13 s/d 14 AGUSTUS 2014



Aksi damai yang dilakukan oleh aktivis HMI MPO Cabang Pekanbaru pada hari rabu tanggal 13 agustus 2014 terkait dengan surat pemberitahuan 11/B/KA/VIII/1435 H bertepatan dengan waktu aksi pada hari rabu tanggal 13 agustus 2014 di tugu zapin jam 10.00 Wib. Aksi ini mengkritisi kinerja Gubernur Riau yang telah menjabat selama 6  bulan.
Beberapa aktivis HMI MPO dicekik, ditampar dan ditendang
Pada hari rabu ketika kami sampai di Pustaka Wilayah Riau, Kami telah di sambut oleh aparat Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja. Pada saat itu pihak aparat melarang dan mengintervesi kami untuk tidak melakukan aksi damai dan menyampaikan pendapat dimuka umum pada hari itu. Namun, kami tetap melanjutkan apa yang sudah kami agendakan sesuai dengan surat yang telah kami masukkan ke Kapolresta Pekanbaru. Pada waktu kami berorasi di depan kantor Gubernur Riau, pihak aparat langsung melarang dengan melakukan tindakan agresif terhadap peserta aksi dan mengambil atribut – atribut aksi. Dengan adanya tindakan agresif tersebut kami mencoba mengalah dan kembali ke titik kumpul Puswil untuk diskusi. Hal yang tak di duga terjadi , kembali polisi dan satpol PP melarang bahkan menghalau kami secara paksa  sehingga beberapa orang dari peserta aksi mengalami tindakan kekerasan diantaranya di cekik, di tendang dan di pukuli.
Pada hari kamis HMI MPO cabang pekanbaru kembali menggelar aksi didepan kantor Gubernur Riau. Ketika menyampaikan orasi, beberapa orang tak dikenal mengganggu aksi HMI MPO hingga selesai aksi beberapa orang tak dikenal kembali melempari beberapa aktivis HMI MPO dengan batu dan mereka lari tergesa – gesa menggunakan motor. Sesampai di puswil aktivis HMI MPO didatangi oleh orang tak dikenal sambil marah – marah. Aktivis HMI MPO masuk kepuswil, orang tak dikenal tadi mengikuti dan kemudian ngebut dengan mobilnya mengarah kepada beberapa aktivis HMI. Sekitar 15 menit kembali pengguna mobil yang mengganggu aksi HMI MPO datang lagi mencari korlap aksi HMI MPO. Kemudian orang tak dikenal tadi yang mengaku preman mengintervensi aktivis HMI MPO sehingga terjadi sentuhan fisik, yang mengherankan beberapa Polisi yang berada ditempat mendiamkan kejadian tersebut. Hingga kini beberapa nomor tak dikenal meneror aktivis HMI MPO cabang pekanbaru

Ketum HMI MPO ditarik ramai, dipukuli dan ditampar oleh polisi dan satpol PP

Selasa, 20 Mei 2014

MUSKOM KE II HMI MPO KORKOM UIR

Insya'allah Musyawarah Komisariat Ke II Himpunan Mahasiswa Islam Koordinator Universitas Islam Riau ( muskom hmi korkom uir ) akan dilaksanakan pada tanggal 21 mei 2014 di Fakultas Agama Islam UIR. Hmi Komisariat Fisipol sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan muskom ke II tersebut.
Tema yang diangkat dalam muskom ke II yakni menciptakan kader yang militansi dan loyalitas yang tinggi untuk mewujudkan cita-cita HMI. Ketua pelaksana, Yanis mulyadi mengatakan berbagai persiapan telah dilaksanakan dalam waktu seminggu, dan muskom ke II insya'allah akan dibuka langsung oleh Ketua Umum Hmi cabang pekanbaru kanda Ganjar stiawan.
Rapat persiapan muskom keII hmi korkom uir
Gabri melfa selaku ketua Komisariat Fisipol berharap agar seluruh kader hmi selingkungan UIR bisa bersama-sama untuk mensukseskan muskom ke II ini. Dan menghasilkan program kerja dan calon formature yang mampu mengkoordinir komisariat selingkungan UIR dengan kader yang sudah mencapai 150 lebih. Semoga dengan tema yang disajikan mampu memotivasi seluruh kader hmi selingkungan UIR untuk menjadi kader yang militan dan loyal demi tercapainya tujuan dan cita-cita Hmi, ujarnya.

Minggu, 18 Mei 2014

NEGERI LANCANG KUNING DIHIASI KORUPSI


 
Indonesia adalah negeri yang menakjubkan karena banyak hal yang akan kita temukan di kepulauan hijau nan indah yang disebut sebagai zambrud khatulistiwa ini. Sebuah negeri yang menawan dengan pesona keanekaragaman alam dan budaya berpadu dalam masyarakatnya yang ramah dan mampu memberi kesan mendalam bagi pengunjungnya.
Riau kaya akan sumber daya alam, baik kekayaan yang terkandung di perut bumi, berupa minyak dan gas bumi, emas, dll. Maupun kekayaan hutan dan perkebunannya, belum lagi kekayaan sungai dan lautnya. Melimpahnya sumber daya alam dibumi lancing kuning kini dihiasi dengan korupsi.
Jaman sekarang masalah Korupsi sangat meresahkan dunia banyak negara yang membentuk badan-badan tertentu untuk mengatasi korupsi. Masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kata korupsi bahkan rakyat jelata yang tinggal dipelosok desa pun mengenal korupsi. Hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia berkeinginan negerinya yang tercinta bebas dari penyakit korupsi serta sistem birokrasi yang ruwet sehingga tercipta sistem sosial, politik dan ekonomi yang adil, bermoral dan agamis. Namun harapan indah itu saat ini seakan hanya ada dalam angan-angan bahkan mungkin sebuah mimpi karena betapa banyak usaha yang telah dilakukan namun penyakit ini seakan sudah mengakar kuat kuat sehingga tidak bergeming. Bahkan berbagai bencana yang mendera negeri kita belum juga mampu merubah perilaku para koruptor dan  para birokrat.
Penyuapan yang dilakukan oleh Bupati Rokan Hulu Achmad kepada KPU Riau pada bulan Februari, Ini merupakan sebuah tindakan kejahatan yang dilakukan oleh penyelenggara negara terhadap penyelenggara negara. Berdasarkan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang KPK, maka setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya.
Begitu juga dengan kasus korupsi bupati kampar, Salah satunya adalah ketika Jefry Noer mengajak istri dan anaknya ke London, Inggris menghadiri ICA Expo yang didanai Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kampar, yang nominalnya mencapai Rp 201 juta. Ini sudah jelas melanggar aturan terutama Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 22 tahun 2006 maupun Peraturan Daerah nomor 6 tahun 2010. Oleh karena itu Gubernur Riau harus menginvestigasi bupati yang teridikasi kasus korupsi, karena bupati adalah bawahannya. Dua bupati yang ada di riau itu adalah salah satunya kasus korupsi yang terjadi di negeri lancang kuning, sebelumnya mantan Gubernur riau Rusli Zainal juga melakukan tindakan korupsi. Jika pemimpin kita saja melakukan korupsi, bagaimana negara ini akan sejahtera ??
Maka dari itu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) cabang pekanbaru memandang korupsi adalah sebagai kejahatan luar biasa dan menjadi musuh bersama. Perlunya tindakan konkrit dari Polri, Kejaksaan dan KPK dalam keseriusan menangani kasus korupsi. Karena Korupsi sangat berdampak negatif pada kehidupan masyarakat sekitar. Adapun dampak korupsi yang terlihat secara langsung dan tidak langsung adalah sebagai berikut : Kenaikan harga-harga barang akibat anggaran APBN yang dikorupsi. Bertambahnya rakyat miskin dikarenakan uang tunjangan bagi rakyat miskin yang seharusnya disalurkan dikorupsi. Mahalnya biaya yang harus rakyat keluarkan untuk mendapatkan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan yang seharusnya bersubsidi. Kesenjangan pendapatan semakin tinggi. Banyaknya rakyat yang di PHK akibat perusahaan kecil tempat mereka kerja gulung tikar akibat dana investasinya dikorupsi. Dan masih banyak lagi dampak negatif korupsi.
by ganjar stiawan

Jumat, 25 April 2014

LK II HMI MPO CABANG PEKANBARU

ALUMNI HMI RAMAIKAN ISI MATERI
LK II HMI MPO CABANG PEKANBARU

Pertarungan intelektual ditingkat Sumatera Raya kembali dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi ( HMI MPO ) di Cabang Pekanbaru, dalam rangka Intermediate Training ( LK II ) HMI MPO Cabang Pekanbaru Periode 2014 – 2015, yang Insya’allah diselenggarakan pada tanggal 27 April – 4 Mei 2014 di Rusunawa Universitas Islam Riau. Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam ( PB HMI - MPO ) kanda Puji Hartoyo Abu Bakar yang akan membuka acara Intermediate Training ( LK II ) HMI MPO sekaligus Musda Badko Sumatera Raya ke III. Musda Badko HMI MPO diikuti oleh Cabang – cabang HMI MPO yang ada disumatera.
Intermediate Training ( LK II ) adalah jenjang pendidikan pelatihan umum setelah Basic Training ( LK I ) yang ada di pedoman pengkaderan HMI MPO. Pendidikan merupakan proses pembentukan pribadi manusia, pewarisan dan penciptaan nilai, pengetahuan dan keterampilan sehingga pribadi tersebut dapat mengembangkan diri secara optimal untuk menghadapi kehidupan nyata. Maka perkaderan pendidikan HMI diorientasikan pada pengembangan integritas pribadi kader secara menyeluruh sehingga mampu menjadi pemimpin yang adil dan progresif, inovatif dan visioner.
Intermediate Training ( LK II ) kali ini lebih berwarna dengan datangnya pemateri dari Alumni – alumni HMI seperti penasehat KPK Kanda Abdullah Hehamahua, beliau adalah mantan Ketua Umum PB HMI pada tahun 1981 ( HMI sebelum pecah ). Kanda Eggi Sudjana  yang merupakan Ketua Umum PB HMI MPO pertama juga datang ke Riau untuk mengisi materi LK II. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIR Kanda Abdullah Sulaiman ( Mantan Ketua Korkom UII HMI MPO tahun 1985 ) juga turut meramaikan dalam mengisi materi Intermediate Training ( LK II ). Begitu juga dengan Alumni – alumni HMI yang berada di Riau seperti Kanda Johar Firdaus ( Ketua KAHMI Riau ), Kanda Anton Yuliandri, Kanda Amiruddin, dan Kanda Hasbi .
Peserta Intermediate Training ( LK II ) yang ditaja oleh HMI MPO Cabang Pekanbaru sebanyak 13 Kader terdiri dari Kader HMI MPO Cabang Pekanbaru, HMI MPO Cabang Asahan dan HMI MPO Cabang Meranti. Master Of Training LK II dari PB HMI Kanda Muhidin yang  selalu siap mengawal proses pengkaderan Intermediate Training hingga selesai. Tujuan Intermediate Training ( LK II ) merupakan Latihan Kader tingkat lanjut yang merupakan media aktualisasi dan pengembangan potensi kreatif secara mandiri dengan berpedoman pada nilai dasar keislaman untuk menumbuhkan kemampuan analisis dalam merespon persoalan keumatan dengan ketegasan sikap. Jumlah peserta yang memang belum dikatakan banyak, akan menjadi sebuah harapan besar yang dinginkan oleh Pengurus HMI MPO Cabang Pekanbaru dimana ghiroh keHMian dan militansi seorang Kader dalam membangun HMI kedepan dan sebagai proses regenerasi yang mapan serta kontinuitas. Inilah salah satu gerbang dan menuju sebuah langkah dalam mewujudkan cita-cita HMI itu sendiri yakni “ Terbinanya Mahasiswa Islam menjadi insan ulil albab yang turut bertanggung jawab atas terwujudnya tatanan masarakat yang diridhoi oleh Allah SWT ”.
HMI MPO Cabang pekanbaru juga telah mengagendakan untuk melakukan kegiatan Senior Course ( SC ), yang Insya’allah akan diselenggarakan pada akhir bulan Mei 2014. Karena kita melihat SDM yang sudah ada di tingkatan Cabang maupun Komisariat sudah cukup kuat dan dapat dikatakan sudah banyak. Berharap dari PB HMI MPO bisa memberikan masukan serta partisipasinya agar HMI MPO Cabang Pekanbaru lebih memiliki progress dan komitmen serta lebih berkualitas, hari ini dan kedapannya.

Ganjar Stiawan ( Ketua Umum HMI MPO Cabang Pekanbaru )

Rabu, 23 April 2014

KEGIATAN HMI MPO CABANG PEKANBARU

INFORMASI PUBLIK ADALAH HAK RAKYAT

Himpunan mahasiwa Islam ( MPO ) cabang pekanbaru yang tengah sibuk mempersiapkan Intermediate Training ( LK II ) yang diselenggarakan  pada tanggal 27 April – 4 Mei 2014 di kampus UIR, juga membuat Training singkat membangun kesadaran publik atas akses informasi publik yang dilaksanakan pada tanggal 24 April 2014 di Aula FAI UIR.
HMI MPO berkerjasama dengan BEM FISIPOL UIR dan BEM FAI UIR. Tema training ini adalah informasi publik adalah hak rakyat. Pematerinya adalah Komisi Informasi Publik dan FITRA Riau. Kegiatan ini dibuat karena mengingat pentingnya Undang-undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang merupakan momentum penting dalam mendorong keterbukaan di Republik Indonesia.
Bagi masyarakat, UU KIP merupakan bentuk pengakuan hak masyarakat atas informasi dan bagaimana hak tersebut harus dipenuhi dan dilindungi oleh negara. Sedangkan bagi pemerintah maupun badan publik lainnya, UU KIP merupakan pedoman hukum untuk memenuhi dan melindungi hak atas informasi masyarakat.
Informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional. Hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik.
Keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan Badan Publik lainnya dan segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik.
Harapan dari kegiatan training ini,  mampu membangun kesadaran publik atas haknya untuk memperoleh informasi publik dan paham dalam mengakses informasi publik. Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Riau yang mensuport kegiatan ini yang berusaha memenuhi hak-hak rakyat untuk terlibat dalam seluruh proses penganggaran, mulai dari proses penyusunan, pembahasan, pelaksanaan anggaran sampai pada evaluasinya. Fitra bersama seluruh komponen rakyat membangun gerakan transparansi anggaran hingga terciptanya anggaran negara yang berbasis kepentingan publik.

Ganjar Stiawan
( Ketua HMI MPO Cabang Pekanbaru )









Senin, 21 April 2014

HMI RUMAH KITA

HMI RUMAH KITA

HMI lahir pada tanggal 5 Februari 1947, kini HMI genap berusia 67 tahun. Usia yang cukup tua, dan apabila yang dijadikan ukuran adalah usia manusia, maka tinggal menunggu saja hari-hari terakhir. Apakah HMI juga akan mengalami nasib yang sama?. Yang bisa menjawab adalah kader-kader HMI itu sendiri. Bukan dengan sekedar mengatakan ya atau tidak, akan tetapi harus dengan tindakan-tindakan konkrit yang akan dijadikan sebagai ukuran oleh publik berkaitan dengan eksistensi HMI.
Pada masa awal pergerakan HMI pada saat mulai berdiri dimuka bumi ini. Artinya setiap kader mutlak berkorban untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang dibebankan oleh HMI hari ini bahkan yang ditinggalkan oleh kader-kader terdahulu serta eksistensi HMI kedepannya. Karena tugas dan tanggung jawab yang akan diselesaikan adalah tugas bersama untuk kemaslahatan Umat dan Bangsa.
Menurut saya, tugas kita sebagai kader HMI dalam Himpunan yakni menjaga nama baik HMI, memperjuangkan tujuan HMI dan mampu menyelesaikan permasalahan yang ada di internal organisasi HMI yang mulai menggrogoti di tubuh HMI, kebayakan yang terjadi seperti :
1.         Ukhuwah diantara kader-kader yang mulai tidak solid dari level ,cabang, dan komisariat, serta sesama kader.
2.         Paradigma idealis-realitis yang meracuni setiap akal kader dalam bertindak.
3.         Degradasi kapabilitas moral dan spiritual kader hari ini.
4.         Kader yang hanya tahu tentang himpunan tapi tidak mengenal dan memahami himpunan.
5.         Ketergantungan financial pada alumni.
6.         Hantu eksistensi menjelma menjadi dewa dalam otak-otak kader.
7.         Terjadinya kelompok-kelompok di HMI
Sebagai mahasiswa, seharusnya kader HMI harus mampu mensinkronisasi pergerakan HMI dengan tri dharma perguruan tinggi, menumbuhkan kembali kepercayaan mahasiswa terhadap HMI sebagai organisasi yang mengedepankan intelektualitas dan spritual, menyadarkan mahasiswa akan posisi, fungsi dan perannya, dan membangun kembali basis-basis keilmuan dan pergerakan tarbiyyah dan ta’liim.
Kemudian sebagai islam, kader HMI harus segera selesaikan pada tataran kader maupun umat hari ini. Ditengah-tengah terdegradasinya ahlak umat islam hari ini, dan dikotominya umat islam hari ini, semua kader HMI seharusnya  menjadi spirit kebangkitan dan pemersatu umat islam di Indonesia maupun di dunia bukan malah ikut arus yang menghanyutkan yang tidak mencerminkan sebagai kader HMI.
Islam yang notabenenya adalah asas sekaligus roh dalam HMI belum dipahami secara integral dan universal, belum dikaji secara intensif, dan belum diamalkan secara ikhlas oleh kader HMI. Tanpa islam yang dikembalikan pada posisinya, HMI akan seperti orang sakit bahkan mayat hidup yang tak mempunyai roh.
            Sebagai kader HMI mari kita renungkan sejenak,begitu banyak masalah yang harus diselesaikan oleh setiap kader hari ini. Bukankah masalah yang kita hadapi adalah bagian terkecil dari penderitaan para Nabi. Masalah ini yang harus selalu diyakini oleh setiap kader sebagai awal kebangkitan untuk menggapai harapan, dan cita-cita umat islam, yang ridho Alloh SWT. Karena perkaderan kita adalah perkaderan profetis. Perkaderan para Nabi membentuk kader yang selalu ditempa masalah, menjadikan sosok pendamba kelelahan hingga masalah menjadi suatu hal yang lumrah bagi kader HMI.
            HMI rumah kita yang harus kita tempati bersama dengan ikhlas, kita jaga dan perjuangkan dengan penuh semangat, dan kita semua sebagai kader HMI wajib besarkan rumah kita. Sebagai kader HMI jangan pernah mengeluh dengan masalah-masalah yang ada dirumah kita, tapi teruslah untuk berjuang mencapai tujuan rumah yang kita bangun dan selalu yakusa karena-Nya. Itu saja.



Ganjar Hmi Stiawan ( Aktivis HMI MPO )
"Hal yang tidak terlihat bukan berarti tidak ada, itu saja"

Jumat, 04 April 2014

HMI-MPO MAMPU HIPNOTIS SAYA

HMI-MPO MAMPU HIPNOTIS SAYA

HMI-MPO Masuk ke UIR ( Universitas Islam Riau ) pada tahun 2007, dan menjamur ke  FISIPOL sekitar tahun 2010. Kemudian pada tahun 2011 mulai di rintis oleh kanda ROMI SETIAWAN dan kanda GANJAR STIAWAN.
Saya sendiri adalah kader HMI-MPO kedua setelah kawan saya yang bernama ASRUDIN LUBIS, dari jurusan KRIMINOLOGI FISOPOL UIR. Kader-kader dari HMI-MPO itu menurut saya sangat luar biasa. Melalui pengrekrutmen yang baik dan luar biasa, pola fikir kader-kader HMI-MPO sangat Progresif tidak terkesan Ortodoks di zaman yang Moderen ini. Selama saya mengikuti proses pengkaderan LK-1 bulan November tahun 2013 di sekre HMI-MPO Cabang PEKANBARU dan ber HMI. Selama 3 hari proses pengkaderan, ilmu yang saya dapatkan setara dengan kuliah 3 semester. Disitu saya diajarkan konsep bagaimana kita setiap mejalankan sesuatu  harus yakin terlebih dahulu. Karena keyakinan sangat di perlukan dalam perjuangan. Saya sebagai mahasiswa jadi tau di mana posisi mahasiswa itu dalam masyarakat, karna sesuai dengan tujuan HMI-MPO “ Terbinanya mahasiswa islam yang  menjadi insan ulil albab yang turut bertanggung jawab atas terwujudnya tatanan masyarakat yang di ridoi oleh ALLAH swt ”. Selain itu mahasiswa juga sebagai pengerak Dinamika baik Sosial ploitik, Ekonomi, dan Hukum. Konsep yang saya dapatkan selama ber HMI.
Azas kekeluargaan yang ada di HMI-MPO sangat luar biasa, berteman lebih dari saudara. Membuat saya punya konsep bahwa “KEPUASAN ITU BUKAN SEBERAPA BANYAK YANG KITA DAPATKAN, TAPI SEBERAPA BANYAK YANG KITA BERIKAN”. Konsep keyakinan yang saya dapat di materi Keyakinan Muslim dalam Basic Training (LKI) selalu saya aplikasikan dalam setiap akitivitas gerak saya. Karena keyakinan adalah menjadi dasar gerak pikiran saya.
Itu sekilas tentang saya dan HMI-MPO, yang mampu menghipnotis saya untuk sadar diri dalam hidup dan ber HMI. Sehingga membuat saya ragu dengan cita-cita saya menjadi Kapolda Riau apalagi ketika selesai berdiskusi dengan kanda Fauzi Kadir (alumni HMI), karena bukan hanya itu yang menjadi tujuan hidup saya. Semoga coretan sekilas tentang saya ini bisa bermamfaat untuk kader-kader HMI yang lain. HM-MPO rumah kita, sekian dari saya.


Penulis : Henky Fernando Harahap (kader HMI-MPO Komisariat Fisipo UIR)